
SMP Islam Cendekia Muda STEM Camp: Belajar STEM Langsung di Alam
October 11, 2026Cerita Alumni SMA Islam Cendekia Muda: Pembiasaan di SMA yang Terasa hingga Kuliah
Apa yang masih dibawa seorang siswa setelah lulus SMA dan memasuki dunia perkuliahan? Bagi enam alumni Angkatan 04 SMA Islam Cendekia Muda, jawabannya bukan hanya pengetahuan akademik, tetapi juga kebiasaan mengerjakan proyek, mencari referensi ilmiah, mengelola kesibukan, dan menjaga rutinitas ibadah.
Pada 8 September lalu, para alumni ikhwan Angkatan 04 berbagi cerita tentang pembiasaan selama bersekolah di SMA Islam Cendekia Muda yang masih mereka rasakan manfaatnya saat kuliah. Pengalaman mereka memperlihatkan bagaimana kebiasaan sehari-hari di sekolah dapat menjadi bekal ketika menghadapi lingkungan belajar dan tanggung jawab yang berbeda.
1. Terbiasa Mengerjakan Proyek dan Tugas Akademik
Bagi Mufid, mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pengalaman mengerjakan tugas berbasis proyek selama SMA menjadi bekal yang terasa saat kuliah.
Menurutnya, kebiasaan mengerjakan proyek, termasuk menyusun makalah, sangat terpakai dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Pengalaman tersebut membuatnya lebih familier dengan bentuk tugas yang dijumpai sebagai mahasiswa.
Cerita serupa disampaikan Samudara, mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran (UNPAD). Ia menyoroti pengalaman mengikuti STEM Project, terutama kebiasaan mencari referensi ilmiah dan jurnal.
Saat kuliah, Samudara kerap berhadapan dengan tugas yang membutuhkan referensi ilmiah. Karena sudah terbiasa mencari sumber selama SMA, ia merasa tidak terlalu bingung ketika harus mencari bahan rujukan untuk tugas perkuliahan.
Dua cerita ini menunjukkan bahwa pengalaman belajar melalui proyek tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir tugas. Proses menyusun makalah dan mencari sumber ilmiah juga menjadi pengalaman yang relevan ketika siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
2. Belajar Mengelola Kesibukan dan Tanggung Jawab
Bagi Zaki, mahasiswa Agroteknopreneur Universitas Padjadjaran, pembiasaan selama SMA yang paling terasa adalah menjalani kesibukan yang bermakna.
Ia merasakan bahwa pengalaman tersebut membantunya mengelola berbagai aktivitas saat kuliah, mulai dari perkuliahan hingga kegiatan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan kepanitiaan lainnya.
Pengalaman Zaki memperlihatkan bahwa kehidupan siswa tidak hanya berkaitan dengan menyelesaikan tugas akademik. Kesempatan menjalani beragam aktivitas juga dapat menjadi ruang untuk belajar mengatur waktu dan menyeimbangkan tanggung jawab.
Tentu, cara setiap mahasiswa mengelola kesibukan bisa berbeda. Namun, cerita Zaki memberikan gambaran tentang satu bekal yang ia rasakan sendiri setelah meninggalkan bangku SMA.
3. Menjaga Kebiasaan Mengaji di Tengah Kesibukan Kuliah
Bagi para alumni, pengalaman selama SMA juga berkaitan dengan kebiasaan spiritual yang ingin terus dijaga setelah lulus.
Hamzah, mahasiswa Agroteknopreneur Universitas Padjadjaran, menyampaikan bahwa kebiasaan setor mengaji dan mengaji harian selama SMA menjadi pengingat baginya untuk tetap membaca Al-Qur’an setiap hari ketika kuliah.
Reiki, mahasiswa Ekonomi Islam, menyoroti pembiasaan mutabaah yaumiyah. Menurutnya, kebiasaan tersebut membantunya memiliki target ibadah yang jelas dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sallahudin, mahasiswa Agroteknopreneur Universitas Padjadjaran, mengungkapkan bahwa pengondisian membaca Al-Ma’tsurat terasa bermanfaat baginya. Ia merasa kegiatan tersebut membantu suasana hati saat belajar, sekaligus menghadirkan doa-doa yang membuat kesehariannya terasa lebih berkah dan tenang.
Ketiga cerita tersebut memperlihatkan pengalaman yang berbeda, tetapi memiliki benang merah: pembiasaan ibadah selama SMA masih memiliki arti bagi para alumni ketika mereka menjalani kehidupan perkuliahan.
4. Bekal SMA yang Mencakup Akademik, Pengelolaan Diri, dan Spiritual
Jika dirangkum, pengalaman enam alumni Angkatan 04 SMA Islam Cendekia Muda memperlihatkan tiga hal yang masih mereka rasakan manfaatnya setelah lulus.
Pertama, pembiasaan akademik. Pengalaman mengerjakan proyek, menyusun makalah, dan mencari referensi ilmiah terasa relevan dengan tugas perkuliahan.
Kedua, pengelolaan diri. Pengalaman menjalani berbagai kesibukan selama SMA menjadi bekal yang menurut Zaki membantunya menghadapi aktivitas kuliah, organisasi, dan kepanitiaan.
Ketiga, pembiasaan spiritual. Mengaji harian, setor mengaji, mutabaah yaumiyah, dan membaca Al-Ma’tsurat memiliki arti bagi para alumni dalam menjaga rutinitas ibadah serta ketenangan saat belajar.
SMA Islam Cendekia Muda sendiri mencantumkan pembelajaran berbasis proyek dan SETS/STEM Project dalam program sekolahnya. Profil sekolah juga menekankan pembiasaan ibadah dan pengembangan kemampuan menyelesaikan masalah secara kritis.
Cerita alumni ini memberikan gambaran personal tentang bagaimana sebagian pembiasaan tersebut mereka maknai setelah lulus. Pengalaman setiap siswa tentu dapat berbeda, tetapi kisah mereka dapat menjadi bahan pertimbangan bagi calon siswa dan orangtua ketika mengenal pendekatan pendidikan di SMA.
Mengenal SMA Islam Cendekia Muda Lebih Dekat
Memilih SMA merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan anak. Selain mempertimbangkan pembelajaran akademik, orangtua dan calon siswa dapat mengenal bagaimana sekolah membangun kebiasaan belajar, pengelolaan diri, serta kehidupan spiritual sehari-hari.
Cerita Mufid, Zaki, Samudara, Hamzah, Reiki, dan Sallahudin menunjukkan bahwa hal-hal yang dipelajari dan dibiasakan selama SMA dapat tetap memiliki arti setelah siswa melanjutkan perjalanan ke perguruan tinggi.
Ingin mengenal program dan kehidupan belajar di SMA Islam Cendekia Muda lebih dekat? Kunjungi situs resmi SMA Islam Cendekia Muda dan ikuti kanal resmi sekolah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Kontak Media
SMA Islam Cendekia Muda
📍 Jl. Pahlawan No.83, Sukaluyu, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40123
📱 WhatsApp: 0821-2001-8399
📷 Instagram: @smacendekiamudabandung
🌐




